Sabtu, 23 Juli 2011

Engine Mounting

Problem Getaran Berlebihan

Share |

Senin, 31 Januari 2011 14:16 WIB     
Sesuai namanya, fungsi utama engine mounting adalah sebagai dudukan mesin di sasis kendaraan. Namun selain itu, komponen ini juga berperan sebagai peredam getaran mesin sehingga interior mobil jadi semakin nyaman.

Agar mampu meredam getaran, engine mounting memiliki bagian yang dibuat dari karet kenyal. Untuk memaksimalkan kemampuan meredam getaran mesin produsen mobil kini membuat engine mounting dengan peredam hidraulis yang mampu memberikan kenyamanan optimal.

Posisi engine mounting yang cenderung tersembunyi, membuat kondisi pegangan mesin ini kerap terabaikan. Salah satu cirinya bila komponen ini mengalami kerusakan adalah getaran yang bisa dirasakan sampai ke dalam kabin.

Dan karena luput dari pengamatan, seringkali kinerja mesin yang tidak sempurna dijadikan kambing hitam dari kerusakan engine mounting.


Beban yang diterima engine mounting terjadi ketika mobil sedang berakselerasi atau deselerasi. Komponen ini harus menahan gerakan mesin yang disebabkan momen puntir, selain getaran mesin yang terjadi saat mesin bekerja.

Itu sebabnya, kerusakan engine mounting lebih cepat terjadi pada mobil-mobil dengan karakter high performance atau high torque.


Atas alasan inilah, mobil balap atau mesin-mesin high performance menggunakan material polyurethane atau teflon pada engine mounting. Dengan material ini, pergerakan mesin menjadi lebih minim sehingga tidak mengganggu performa mesin. Terutama saat menikung dengan kecepatan tinggi akibat terjadi pergerakan mesin yang akan membuat ban kehilangan daya cengkeramnya. 

Belum lagi engine mounting harus menanggung bobot mesin yang harus ditopangnya. Meterial karet yang digunakan pun akan getas seiring dengan berjalannya waktu sehingga mempercepat kerusakan.

Perubahan suhu dan sulitnya membersihkan bagian tersebut menjadi salah satu faktor penyebab kerusakan. Pun begitu dengan karakter berkendara agresif yang turut menyumbangkan terpangkasnya usia pakai engine mounting.


Nah untuk mengetahui ciri kerusakan, kami akan membaginya dalam dua bagian, yakni mesin melintang dengan penggerak roda depan (FF) dan penggerak roda belakang (FR).

Front Engine-Front Wheel Drive (FF)
Dalam tipe ini, biasanya engine mounting terbagi menjadi 4 posisi: dua di sisi kanan kiri, dua lagi di posisi depan dan belakang. Seperti Toyota Vios, Nissan Grand Livina atau Honda Jazz. Sisi terberat dari komposisi ini terletak pada sisi kanan atau kiri dari mesin – tergantung letak mesin dan transmisi.

Makanya bagian tersebut memiliki engine mounting paling besar. Bahkan beberapa produsen mobil menggunakan jenis hidraulik karena sisi ini seklaigus merupakan penyumbang getaran terbesar.

Bagian ini juga bisa menjadi panduan untuk mendeteksi kerusakan bila Anda mulai merasakan getaran mesin di interior terutama saat idle. Bila dibiarkan, posisi mesin akan miring dan berdampak pada sudut as roda yang tidak lagi sama antara sisi kanan dan kiri. Kemungkinan kerusakan as roda pun menjadi lebih besar.

Posisi kedua paling rentan terletak pada bagian depan dan belakang mesin atau berada di posisi bawah intake manifold dan exhaust manifold.

Engine mounting di bagian ini terhubung oleh sub-frame dan perannya lebih sebagai penjaga agar mesin tidak bergerak berlebihan saat mobil berakselerasi dan deselerasi. Cirinya akan terdengar suara gemeretak atau logam yang saling bertumbukan.


Front Engine-Rear Wheel Drive (FR)
Bila pada mobil dengan konfigurasi FF engine mounting terbagi menjadi empat bagian, pada mobil FR hanya 3 posisi: dua berada di sisi mesin lalu satu lagi berada di area girboks. Contoh mobil yang menggunakan tipe ini adalah Toyota Kijang Innova, Avanza, Daihatsu Terios, dan lain-lain.

Untuk mendeteksi kerusakan engine mounting pada mobil FF, cirinya dapat diketahui ketika mesin distart. Bila tuas persneling bergetar hebat atau hingga terdengar suara “bletak…”, menandakan kerusakan engine mounting telah terjadi. Dan selanjutnya tuas transmisi tetap bergetar kencang ketika berada dalam kondisi idle. 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar